Minggu, 12 Mei 2013
Renungan Malam II
Selamat malam saudaraku. Bagaimana kabarmu hari ini ? Bahagiakah engkau ? atau sedihkah engkau ?
Saudaraku. Aktivitas yang kamu jalankan hari ini mungkin sama dengan hari-hari biasa. Dan begitu seterusnya. Akan tetapi, sadarkah kamu bahwa mungkin saja terselip dosa di antara aktivitasmu ? Mungkin mulutmu melukai perasaan seseorang ? Mungkin tanganmu membuat orang lain celaka ? Mungkin kakimu membuat seseorang terkapar kesakitan ?
Coba renungkan saudaraku.. Syaitan takkan pernah lelah untuk menggoda kita. Takkan letih untuk menawarkan kita perjalanan menuju dosa. Coba renungkan......
Berapa banyak orang hari ini yang kamu buat bersedih ? Marah ?
Bayangkan, jika semua dosa itu terus-menerus menumpuk dalam tubuhmu dan melumurimu, tidakkah kamu takut pada siksa Tuhann-mu ? Tidakkah kamu gemetar membayangkan ketika Malaikat Izrail menjemputmu, sedangkan engkau masih di lumuri oleh dosa ? coba kembali renungkan saudaraku..... bertaubatlah selagi Allah masih mengizinkanmu bernapas...
Selamat malam saudarku...
Selasa, 22 Januari 2013
Hikmah di Balik Musibah
Assalamualaikum...
Ane sebagai penulis yang sedang menuntut ilmu di sebuah institut , melihat musibah banjir yang menimpa ibu kota negara kita, Jakarta. Ketika mimin hendak pulang ke Jakarta seminggu lalu, kondisinya belum separah ini. Lalu lintas aktivitas Jakarta masih lancar walau sedikit terhambat. Akan tetapi... Banjir besar itu datang. Astagfirullah..
Penulis kemudian mencoba merenung. Penulis takut musibah banjir ini bukan sekadar ujian dari Allah, tetapi justru murka Allah. Kalau memang murka Allah yang bisa warga Jakarta lakukan tinggalah bertaubat. Mengapa demikian? Sesungguhnya murka Allah pada suatu akan datang karena ulah kaum tersebut.
Mengapa Jakarta?
Coba perhatiin hal-hal berikut ini :
1. Jakarta merupakan salah satu kota dimana koruptor banyak bertebaran. Hak orang yang membutuhkan diambilnya.
2. Aktivitas prostitusi masih banyak.
3. Maraknya pembangunan tanpa memikirkan lingkungan. Jakarta perlu penghijauan, bukan bangunan. Tidakkah tahu bahwa seluruh makhluk Allah itu senantiasa bertasbih memujinya?
4. Perilaku masyarakat yang tidak peduli seperti membuang sampah sembarangan, mengotori sungai , dsb.
Dari hal hal tersebut penulis berkesimpulan bahwa penyebab awal datang nya bencana ini adalah dari manusia nya sendiri. Yang penulis takutkan bahwa perilaku buruk yang tak kunjung berubah inilah yang menjadi penyebab utama. Untuk itu, marilah kita senantiasa terus beribadah, dan perbanyak tilawahnya.
Penulis cuma mohon doanya dari para pembaca untuk musibah yang menimpa kota kami, kota kalian, ibu kota kita, Jakarta.
- Penulis -
Senin, 17 September 2012
Renungan Malam I
Jumat, 07 September 2012
Mengapa Pacaran Dilarang ?
Pacaran tidak lepas dari tindakan menerjang larangan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala. Fitnah ini bermula dari pandang memandang dengan lawan jenis kemudian timbul rasa cinta di hati—sebab itu, ada istilah “dari mata turun ke hati”— kemudian berusaha ingin memilikinya, entah itu dengan cara kirim SMS atau surat cinta, telepon, atau yang lainnya. Setelah itu, terjadilah saling bertemu dan bertatap muka, menyepi, dan saling bersentuhan sambil mengungkapkan rasa cinta dan sayang. Semua perbuatan tersebut dilarang dalam Islam karena merupakan jembatan dan sarana menuju perbuatan yang lebih keji, yaitu zina. Bahkan, boleh dikatakan, perbuatan itu seluruhnya tidak lepas dari zina. Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:
“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243)
Al Imam an Nawawi rahimahullah berkata: “Makna hadits di atas, pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram. Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156157)
Adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!
source : http://maramissetiawan.wordpress.com/2009/06/25/pacaran-dalam-kacamata-islam/
Kamis, 26 Juli 2012
Bulan Puasa Telah Tiba
Bulan puasa telah tiba :D dan alhamdulillah kita masih diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan yang penuh berkah ini...
Di bulan ini Allah telah menjanjikan Pahala yang kita dapatkan akan bernilai berlipat-lipat ganda :) , Subhanallah .. so, rugi kan kalo ramadhan ini kita lewati hanya dengan menahan rasa haus dan lapar saja ?
hehehe karena itu wahai akhi dan ukhti marilah kita muliakan bulan Ramadhan ini dan semoga keberkahan itu kita dapatkan... Amin ya robbal alamin...
Wassalamualaikum...
