Setiap peralihan waktu sholat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga
alam ini yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam.
Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi
mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.
Waktu Subuh
Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang
bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma
tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia
berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.Mereka yang kerap
tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali,
lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid
yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad yang ada (yang
bersamaan anatar ruang dan waktu) – dalam arti kata lain jaga daripada
tidur. Disini juga dapat kita gali akan rahasia diperintahkan sholat
diawal waktu.
Minggu, 27 Mei 2012
Sabtu, 24 Desember 2011
Manfaat Penciptaan Matahari, Bulan dan Bintang
1. Petunjuk waktu shalat.
"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman". (QS. An-Nisa : 103)
"Dan bertasbihlah (shalat) dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari (waktu Shubuh), dan sebelum terbenamnya (waktu Zuhur dan Ashar), dan bertasbih pulalah diwaktu-waktu malam hari (waktu Isya), dan diujung siang (Maghrib), supaya kamu merasa senang". (QS. Thoha : 130) 2. Penentuan sistem penanggalan.
"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkannya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan ini, supaya kamu pengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu". (QS. Yunus : 5)
"Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan).Dan dengan bintang-bintang inilah mereka-mereka mendapat petunjuk". (QS. An-Nahl : 16) 3. Petunjuk waktu puasa.
"Berpuasalah kamu karena melihat bulan. Dan berbukalah kamu karena melihat bulan. Bila bulan tertutup atasmu maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya'ban tigapuluh". (HR. Muslim)
4. Sebagai petunjuk arah / jalan.
"Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk". (QS. An-Nahl : 16) 5. Matahari menjadikan waktu siang, bulan dan bintang menjadikan waktu malam.
"Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu kami hapuskan tanda malam, dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu". (QS. Al Isra : 12) 6. Sebagai hiasan bagi yang memandangnya.
"Dan susungguhnya kami menciptakan bintang-bintang (dilangit) dan kami telah hiasi langit itu bagi orang-orang yang memandangnya". (QS. Al Hijr : 16) 7. Menentukan perubahan musim.
"Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya". (QS. Ar-Rahman : 17)Shalat Berjama'ah itu Wajib atau Sunah ?
Tidak disangsikan lagi permasalahan ibadah merupakan inti ajaran Islam. Syari’at sangat memperhatikan permasalahan ini, karena ia merupakan perwujudan aqidah seseorang. Bahkan Allah Ta’ala menjadikannya sebagai tujuan penciptaan manusia, dalam firman-Nya:
Diantara ibadah yang agung dan penting adalah shalat, karena ia merupakan amalan terbaik seorang hamba, sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.“ [QS.Adz Dzariyaat :56]Diantara ibadah yang agung dan penting adalah shalat, karena ia merupakan amalan terbaik seorang hamba, sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
???????????? ?????? ???????? ??????????? ????? ?????? ????????????? ?????????? ????? ????????? ????? ?????????? ?????? ????????
Artinya: “Beristiqamahlah dan kalian tidak akan mampu istiqamah yang sempurna. Ketahuilah sebaik-baiknya amalan kalian adalah shalat dan tidaklah menjaga wudhu kecuali seorang mukmin.“[1] Jumat, 11 November 2011
Posting Again
Assalamualaikum udah lama juga nih ane ga mosting, sekitar 8 bulan hehehe karena kesibukan yang luar biasa padat.. Insya Allah kedepannya ane akan aktif kembali memosing hal hal yang berkaitan dengan Islam
Minggu, 10 April 2011
Puasa Memberikan 3 Kekuatan
Ibadah puasa adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah s.w.t kepada umat muslim. Puasa secara umum berarti menahan rasa lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Hakikat puasa dari segi tinjauanya :
1. Dari segi medis, puasa dapat menolak penyakit
2. Dari segi spiritual, puasa memberikan 3 kekuatan sekaligus
3 kekuatan inilah yang menjadi modal seseorang untuk menghadapi berbagai macam kondisi/ situasi dalam hidupnya.
· Sabar
Seperti Firman Allah s.w.t dalam QS. Al-Baqarah : 153 ,

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Di bulan Ramadhan ini, umat islam merasakan yang namanya rasa lapar dan dahaga. Ia meninggalkan semua kenikmatan yang biasa ia lakukan di siang hari. Ia bersabar terhadap semua larangan puasa dengan senang hati. Bukan lantaran takut dipenjara, disiksa, takut miskin ataupun lain nya.
Saya ambil contoh perbandingan antara tentara non-muslim dan muslim. Tentara non-muslim yang sehari-harinya tidak pernah berpuasa mustahil bias bertahan apabila ia diblokade musuh dalam waktu yang sangat lama dan kontak dengan komandan nya terputus. Sementara hal tersebut tidak berlaku bagi tentara islam yang sudah terbiasa berpuasa selama sebulan, bahkan lebih. Dapat kita saksikan bahwa ketika perang dunia ke 2 orang orang yang tidak kenal puasa tidak terbiasa ketika dirinya tersungkur ke tanah, dan tidak diberikan makanan selama ber bulan-bulan. Sebaliknya orang orang yang terbiasa berpuasa sanggup bersabar menahan lapar sehingga orang lain pun salut kepadanya.
Sabar terhadap musibah adalah kekuatan rohani dan senjata yang paling canggih yang harus dimiliki setiap umat yang ingin berjuang meraih kemenangan. Dan sabar terhadap larangan termasuk unsure terpenting bagi pasukan perang untuk mengalahkan musuhnya. Kita semua tahu , bahwa saat ini yang menjadi masalah bagi petinggi militer adalah persediaan perbekalan dan hiburan apabila tentara mereka bertugas untuk jangka waktu yang sangat lama. Tentang perbekalan, tentara islma dalah profil yang tidak melihat kenikmatan itu hanya terletak pada makana dan minuman saja, tapi kenikmatan itu ketika mereka mati syahid yang merupakan kunci untuk masuk syurga. Bagi mereka makanan hanyalah pengganjal perut dan penguat jasmani. Dan jika mereka tidak mendapatkan makanan mereka menganggap nya sedang berada di bulan Ramadhan.
Tentang hiburan, tentara islam berada di puncak kekuatan spiritual, kebeningan hati, dan ketinggian akhlak. Hiburan hati dan jiwa mereka ada dalam beribadah. Mereka menguatkan hati dan meningkatkan semangat tempurnya dengan beribadah pada malam hari menjelang subuh. Mereka bangkit dari tidurnya pada malam hari untuk bertahajud, membaca Al-qur’an dan mendalami ilmu agama. Disitulah mereka menemukan kekuatan spiritual dan ketenangan hati. Seperti firman Allah s.w.t dalam QS. Al-Israa’ : 78-79 ,

Artinya : Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Artinya : Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
Pedang tajam, panah lurus, dan kuda cekatan adalah senjata mereka ketika berperang semenjak habis subuh sampai mau maghrib. Setelah shalat isya mereka beristirahat, dan beberapa jam kemudian bangun , untuk kembali menghadap Allah s.w.t . itulah rahasia bagaimana kekalahan tentara romawi dan Persia ketika mental tempurnya turun, jiwanya kosong dan hampa dari sinar semangat semangat spiritual yang sangat mulia.
· Taat
Kaum muslimin berpuasa di bulan ramadhan , meninggalkan makan, minum dan kebiasaan lainya , karena mentaati perintah Allah s.w.t dan rasul-Nya. Dalam hal ini. Mereka tidak peduli apakah ia akan sengsara ataupun menderita. Cukup baginya,ia yakin Allah s.w.t sebagai tuhan nya , Rasulullah sebagai nabi dan pemimpin nya. Ia berikrar di hadapan Allah bahwa ia masuk islam untuk mendengar dan taat pada saat suka dan duka , kaya dan miskin.
· Teratur
Di bulan Ramadhan , kaum muslimin makan dan minum. Tidur, dan angun dengan teratur. Masyarakat islam di bulan ramadhan adalah masyarakat teladan dalam keteraturan. Anggota masyarakatnya sama sama merasakan lapar di siang hari, sama sama menyiapkan diri berbuka puasa ketika maghrib tiba, shalat isya dan tarawih berjamaa’h dan juga subuh berjamaa’h. Itulah keteraturan dan kedisiplinan yang tiada taranya disbanding umat lain nya. Kita tidak membedakan yang kaya dan mislin, tua dan muda yang berilmu dan awam, pemimpin nya dan rakyat karena semua nya bersaudara.
Langganan:
Postingan (Atom)